TANTANGAN STTAES

Filosofinya perguruan tinggi adalah suatu industri jasa dengan pelanggan berupa mahasiswa. Jika pelanggan merasa puas atas pelayanannya, maka jumlah pelanggan akan terus bertambah dan keuntungan dalam berbagai bentuk akan meningkat.

Pertambahan ini merupakan implikasi dari semakin baiknya pelayanan yang dihayati dan dinikmati para pelanggan secara positif. Sebaliknya, apabila pelayanan tidak memuaskan, maka para pelanggan akan kecewa yang mempengaruhi pikiran, perasaan, dan jasmani mereka, akibatnya perusahaan akan merugi bahkan Perguruan Tinggi tersebut bisa bangkrut dan tutup. Kaitannya dengan pelayanan, SDM jasa tersebut sangat menentukan seperti keahlian profesi, ketrampilan profesi, sikap dan tata krama dalam melayani pelanggan sangat menentukan. Jelasnya, apabila perkuliahan memuaskan para mahasiswa, mereka akan tertarik dan rajin menghadirinya, sebaliknya apabila tidak memuaskan para mahasiswa, mereka akan bosan dan malas menghadirinya. Kepuasan yang dimaksud akan menghasilkan keuntungan berupa kemampuan mahasiswa terjamin baik dan Perguruan Tinggi akan terkenal serta menjadi rebutan mahasiswa. STTAES selalu konsisten menjadi idola calon mahasiswa.

Lulusan sebagai produk Perguruan Tinggi sebenarnya merupakan hasil komulatif dari jasa Perguruan Tinggi, potensi dan usaha mahasiswa, dukungan orangtua, pengaruh lingkungan, media informasi termasuk internet. Hal ini sangat dirasakan khususnya unuk jenjang pasca sarjana. Era informasi yang global ini memberi kesempatan yang sangat luas dan mudah bagi mahasiswa untuk belajar secara mandiri. Meskipun demikian, lulusan tetap merupakan produk Perguruan Tinggi yang bersifat generatif karena melalui lulusannya jasa Perguruan Tinggi akan disebarluaskan dan dikembangkan secara aplikatif di dunia kerja dan masyarakat, sehingga Perguruan Tinggi tersebut akan dikenal baik buruknya.